Pelabuhan merupakan salah satu simpul penting dalam sistem transportasi yang menghubungkan pergerakan barang melalui jalur laut dan darat. Dalam pembangunan kawasan Ibu Kota Negara (IKN), keberadaan pelabuhan menjadi bagian penting dari sistem logistik, khususnya untuk mendukung kebutuhan material konstruksi dan aktivitas ekonomi kawasan.
Melalui penelitian berjudul “Analisis Dasar Perencanaan Pelabuhan di Rencana Ibu Kota Negara (IKN) Baru – Provinsi Kalimantan Timur”, dilakukan kajian mengenai kebutuhan pergerakan barang, pemilihan lokasi, kondisi hidro-oseanografi, jaringan transportasi, serta kebutuhan fasilitas dan peralatan pelabuhan sebagai dasar pengembangan simpul logistik IKN.
Mengapa Penelitian Ini Penting?
Pembangunan IKN membutuhkan sistem logistik yang mampu mendukung distribusi material konstruksi dalam jumlah besar. Kondisi kawasan IKN yang memiliki karakteristik topografi berbukit dengan perbedaan elevasi hingga sekitar 100 meter menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan infrastruktur logistik secara terpadu.

Dalam kajian ini, pelabuhan menjadi salah satu simpul utama jaringan logistik IKN. Perencanaan tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan bongkar muat, tetapi juga memperhatikan lokasi, kondisi lahan, topografi, hidro-oseanografi, serta keterhubungan dengan jaringan jalan utama.
Kajian tersebut juga mengidentifikasi kebutuhan material konstruksi yang dipasok dari luar Kalimantan mencapai 54.037.806 ton selama lima tahun, sehingga diperlukan kapasitas pelayanan pelabuhan yang memadai untuk mendukung pembangunan IKN.
Apa yang Dibahas dalam Paper Ini?
Penelitian membahas beberapa aspek utama dalam perencanaan pelabuhan IKN, meliputi:
- Analisis kebutuhan pergerakan barang dan logistik;
- Analisis lokasi calon pelabuhan;
- Kondisi topografi kawasan;
- Kondisi hidro-oseanografi;
- Keterhubungan pelabuhan dengan jaringan jalan;
- Penentuan layout dan fasilitas pelabuhan;
- Perhitungan kebutuhan panjang dermaga;
- Analisis kebutuhan peralatan bongkar muat;
- Analisis kapasitas pelayanan Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal (KKT);
- Penyusunan skenario kebutuhan peralatan untuk mendukung peningkatan arus logistik.

Kajian difokuskan pada dua fasilitas eksisting yang direncanakan untuk dikembangkan dalam mendukung sistem logistik IKN, yaitu Terminal Khusus PT. ITCI Hutani Manunggal (IHM) di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal (KKT) di Kota Balikpapan.
Hasil Utama Penelitian
Berdasarkan hasil kajian, kebutuhan material konstruksi dari luar Kalimantan mencapai rata-rata sekitar 10,8 juta ton per tahun, atau sekitar 41.569,2 ton per hari dengan asumsi 260 hari kerja dalam setahun. Dari kebutuhan tersebut, sekitar 85% diasumsikan berupa material yang dilayani melalui dermaga multiguna, sedangkan 15% berupa barang manufaktur yang dilayani melalui dermaga peti kemas.
Pengembangan Pelabuhan IHM
Terminal Khusus PT. ITCI Hutani Manunggal direncanakan untuk dikembangkan menjadi pelabuhan yang melayani kebutuhan konstruksi IKN.
Perencanaan mencakup dua jenis dermaga, yaitu:
- Dermaga peti kemas dengan panjang sekitar 370 meter;
- Dermaga multiguna dengan panjang sekitar 138 meter.
Kedua fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung pergerakan barang manufaktur, material konstruksi, serta alat-alat konstruksi.
Untuk mendukung aktivitas bongkar muat, penelitian juga menghitung kebutuhan berbagai peralatan pelabuhan, antara lain gantry crane, grab, bucket, container crane, rubber gantry crane, head truck, reachstaker, forklift, kapal pandu, dan kapal tunda.
Pengembangan Pelabuhan KKT
Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal merupakan pelabuhan eksisting yang telah beroperasi sejak 2012. Kajian menunjukkan bahwa pelabuhan ini memiliki fasilitas seperti dermaga sepanjang 270 meter, container yard, reefer plug, serta berbagai peralatan bongkar muat.
Untuk mendukung kebutuhan IKN, throughput kargo dirancang mencapai sekitar 330.000 TEUs per tahun pada kondisi ultimate. Penelitian kemudian menyusun dua skenario operasi untuk menghitung kebutuhan container crane.

Pada Skenario 1, dengan asumsi operasi 260 hari per tahun dan 15 jam per hari, kebutuhan container crane dihitung sebanyak 4 unit. Sementara pada Skenario 2, dengan operasi 350 hari per tahun dan 20 jam per hari, kebutuhan dihitung sebanyak 2 unit.
Kesimpulan dan Arah Pengembangan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pelabuhan untuk mendukung IKN perlu dilakukan dengan mempertimbangkan keterkaitan antara kebutuhan logistik, lokasi, kondisi hidro-oseanografi, jaringan transportasi, fasilitas pelabuhan, dan kapasitas bongkar muat.
Untuk Terminal Khusus PT. IHM, penelitian menekankan perlunya pengembangan fasilitas dermaga, peralatan bongkar muat, terminal dengan perkerasan rigid, serta penerangan agar dapat mendukung masuknya alat dan material konstruksi. Pengembangan menjadi pelabuhan umum juga memerlukan kajian kelayakan teknis dan keselamatan pelayaran lebih lanjut.
Sementara itu, Pelabuhan KKT memerlukan penyesuaian terhadap rencana pengembangannya untuk mengakomodasi kebutuhan throughput kargo yang berkaitan dengan pengembangan IKN.
Manfaat Penelitian
Kajian ini memberikan gambaran mengenai dasar perencanaan dan pengembangan pelabuhan sebagai simpul logistik dalam mendukung pembangunan IKN.
Dengan mengintegrasikan analisis kebutuhan barang, kondisi lokasi, jaringan transportasi, kapasitas dermaga, serta kebutuhan peralatan bongkar muat, penelitian ini dapat menjadi referensi teknis dalam penyusunan konsep pengembangan fasilitas pelabuhan dan sistem logistik kawasan.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa perencanaan pelabuhan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas di kawasan perairan, tetapi juga harus terintegrasi dengan sistem transportasi darat, kebutuhan logistik, karakteristik kawasan, dan tahapan pembangunan wilayah.
Referensi
Sumber Penelitian
Asep Irwan dan Muhammad Fatkhurrozi
Analisis Dasar Perencanaan Pelabuhan di Rencana Ibu Kota Negara (IKN) Baru – Provinsi Kalimantan Timur
Jurnal Talenta Sipil, Vol. 7 No. 1, Februari 2024, hlm. 370–377.
DOI: 10.33087/talentasipil.v7i1.491
Artikel ini merupakan ringkasan ilmiah yang disusun berdasarkan publikasi penelitian untuk tujuan edukasi dan diseminasi informasi ilmiah. Seluruh hak cipta dan hak kekayaan intelektual atas artikel ilmiah tetap menjadi milik penulis dan penerbit sesuai ketentuan yang berlaku.



