Anatomi imajiner menyatakan bahwa Pulau Bali dianalogikan menyerupai seekor burung yang sedang terbang ke arah timur. Sisi barat yang menjadi kepala burung pada beberapa lokasi terancam hilang akibat dari abrasi. Salah satunya Pantai Cupel Jembrana, wilayah ini mulai terdampak abrasi sejak tahun 2012 dan gambar disamping adalah kondisi tahun 2026 dengan jarak kemunduran garis pantai hingga ± 275 m. Dahulu wilayah ini merupakan salah satu wilayah padat penduduk di sepanjang sisi barat Pulau Bali, namun saat ini hilang menjadi lautan. Kejadian ini seperti efek domino alam, satu gangguan kecil dapat menimbulkan dampak masif yang meluas ke berbagai sektor, termasuk keseimbangan wilayah.
Keresahan masyarakat semakin terlihat dan dapat memicu kesenjangan sosial antar sektor. Penanganan abrasi yang dilakukan secara parsial dan tidak terintegrasi dengan perencanaan yang matang sering kali menghasilkan solusi yang kurang efektif dan tidak berkelanjutan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pemahaman mengenai karakteristik pantai dan laut melalui tahapan-tahapan kajian yang komprehensif sehingga tepat sasaran dan berorientasi jangka panjang.
Kebutuhan akan penanganan abrasi yang terencana dan berkelanjutan muncul dari kondisi nyata guna mengembalikan agregat baru, semangat baru dan peradaban baru melalui bersama-sama membangun kegiatan preventif dalam penanganan abrasi yang terjadi.
Oleh : Ir. Asep Irwan



