Studi Alternatif Bangunan Pengaman Pantai di Pesisir Kabupaten Karawang

September 24, 2026
Lokasi Penelitian di Karawang

Wilayah pesisir memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, pariwisata, dan perekonomian daerah. Namun, dinamika gelombang laut dan transportasi sedimen dapat menyebabkan kerusakan pantai, seperti abrasi, erosi, dan perubahan garis pantai.

Melalui penelitian berjudul “Studi Alternatif Bangunan Pengaman Pantai di Pesisir Kabupaten Karawang”, dilakukan kajian untuk menentukan jenis bangunan pengaman pantai yang sesuai dengan karakteristik hidro-oseanografi dan kondisi pesisir Kabupaten Karawang.

Mengapa Penelitian Ini Penting?

Pantai utara Kabupaten Karawang merupakan kawasan pesisir yang mengalami perubahan garis pantai akibat pengaruh gelombang laut dan transportasi sedimen. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kemunduran garis pantai serta mengganggu aktivitas masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pesisir.

Penentuan bangunan pengaman pantai yang tepat menjadi salah satu upaya untuk mengurangi risiko abrasi dan meminimalkan kerusakan pantai. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji kondisi batimetri, gelombang, pasang surut, dan karakteristik garis pantai sebagai dasar pemilihan alternatif bangunan pelindung pantai.

Apa yang Dibahas dalam Paper Ini?

Penelitian mengkaji beberapa aspek utama, meliputi:

  • Kondisi batimetri dan topografi pesisir Kabupaten Karawang;
  • Karakteristik pasang surut di wilayah penelitian;
  • Arah, tinggi, dan karakteristik gelombang laut;
  • Pengaruh hidro-oseanografi terhadap abrasi dan sedimentasi pantai;
  • Analisis alternatif bangunan pengaman pantai berdasarkan karakteristik setiap lokasi;
  • Penentuan jenis dan lokasi bangunan pelindung pantai yang sesuai.
Batimetri dan Model Garis Pantai Kabupaten Karawang
Sumber : GEBCO, 2019

Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder, termasuk pengamatan lapangan, data angin, batimetri, dan pasang surut. Analisis transformasi gelombang dan pemodelan garis pantai dilakukan menggunakan perangkat lunak CEDAS, yang mencakup model STWAVE dan GENESIS.

Hasil Utama Penelitian

Berdasarkan hasil analisis, batimetri di sekitar garis pantai Kabupaten Karawang memiliki variasi kedalaman sekitar -5 hingga -17 meter, yang menunjukkan kondisi perairan pantai cenderung landai.

Waverose Tinggi Gelombang di lokasi penelitian (2006-2015)

Hasil pengolahan data gelombang menunjukkan bahwa gelombang dominan berasal dari arah Timur, dengan tinggi gelombang rata-rata sekitar 0,98 meter. Kondisi gelombang, batimetri, dan karakteristik garis pantai menjadi pertimbangan utama dalam menentukan alternatif bangunan pengaman pantai.

Hasil penelitian merekomendasikan beberapa jenis bangunan pengaman pantai berdasarkan lokasi, yaitu:

  • Breakwater di Desa Pusakajaya Utara dan Desa Tanjungpakis;
  • Groin di Desa Sukajaya, Desa Sedari, dan Desa Tambaksari;
  • Jetty di Desa Muara Cilamaya Lama, khususnya pada kawasan muara sungai.

Pemilihan bangunan tersebut didasarkan pada kondisi gelombang, karakteristik pantai, serta kebutuhan perlindungan di masing-masing lokasi penelitian.

Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini memberikan gambaran mengenai alternatif bangunan pengaman pantai yang dapat dipertimbangkan untuk mengurangi risiko abrasi di pesisir Kabupaten Karawang.

Kajian ini juga dapat menjadi bahan referensi dalam perencanaan perlindungan pantai dengan mempertimbangkan kondisi hidro-oseanografi, karakteristik garis pantai, serta kebutuhan penanganan di setiap lokasi. Dengan pendekatan berbasis data dan pemodelan, penelitian ini mendukung upaya perencanaan infrastruktur pelindung pantai yang lebih terarah untuk menjaga keberlanjutan kawasan pesisir.

Referensi

Sumber Penelitian
Roberto Pasaribu, Asep Irwan, Liliek Soeprijadi, dan Chrisoetanto Pattirane
Studi Alternatif Bangunan Pengaman Pantai di Pesisir Kabupaten Karawang
PELAGICUS: Jurnal IPTEK Terapan Perikanan dan Kelautan, Vol. 1 No. 2, hlm. 83–95, Mei 2020.

Artikel ini merupakan ringkasan ilmiah yang disusun berdasarkan publikasi penelitian untuk tujuan edukasi dan diseminasi informasi ilmiah. Seluruh hak cipta dan hak kekayaan intelektual atas artikel ilmiah tetap menjadi milik penulis dan penerbit sesuai ketentuan yang berlaku.

Share this post

Facebook
Pinterest
Twitter
WhatsApp

More from the category