Kapal Sudah Punya GPS, Lalu untuk Apa Mercusuar?
Mercusuar masih dipakai karena sinyal satelit bisa diganggu atau hilang, sedangkan cahaya dari menara di tepi laut tidak bergantung pada satelit. Hampir semua kapal modern menentukan posisinya dengan GPS, tetapi nakhoda tetap membutuhkan penanda fisik yang bisa dilihat langsung ketika sistem elektronik bermasalah.
Di Indonesia, mercusuar disebut menara suar dan menjadi salah satu Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP). Artikel ini membahas cara kerjanya dan alasan menara-menara itu belum digantikan satelit.
Cara Kerja Mercusuar
Mercusuar bekerja lewat tiga hal: lampu, lensa yang memusatkan cahayanya, dan pola kedip yang menjadi “nama” tiap menara.
- Lensa Fresnel. Lampu di puncak menara memancar ke segala arah, sehingga sebagian cahayanya terbuang. Pada 1822, fisikawan Prancis Augustin-Jean Fresnel memperkenalkan lensa berlapis cincin kaca yang mengumpulkan cahaya itu menjadi satu berkas sempit dan kuat. Menurut National Park Service Amerika Serikat, lensa ini kehilangan paling banyak 20% cahaya. Ukurannya dikelompokkan dalam “orde”; orde pertama adalah yang terbesar dan terkuat.
- Pola kedip. Lensa berputar, sehingga pelaut melihat cahaya berkedip. Di sebagian menara lama, putaran digerakkan pemberat, dan lensa yang beratnya bisa dua ton diapungkan di atas merkuri supaya berputar licin. Pola kedip tiap menara berbeda dan diterbitkan dalam daftar resmi, jadi pelaut bisa mengenali menara yang sedang dilihatnya dengan mencocokkan pola itu.
- Jarak pandang. Makin tinggi menara dari permukaan laut, makin jauh cahayanya terlihat, selama malam cerah dan lampunya cukup kuat.
Mercusuar di Indonesia
Ditjen Perhubungan Laut mencatat sekitar 280-an menara suar di seluruh Indonesia (data 2016–2019), termasuk di pulau terluar dan perbatasan. Menara di wilayah terdepan juga menandai batas teritorial negara. Setiap menara dijaga teknisi dan operator yang bertugas jauh dari keluarga dalam waktu lama; menara di Pulau Enggano, misalnya, dijaga dua orang. Hari Menara Suar diperingati setiap 22 September sejak 2015.
Menara suar hanya satu jenis SBNP. Di alur pelabuhan, tanda yang lebih banyak dipakai adalah pelampung suar dan rambu suar. Alur Pelabuhan Patimban, misalnya, dilengkapi 15 unit SBNP (11 pelampung suar dan 4 pelampung suar sementara) saat persiapan operasinya pada 2021.
Bagi perencana pelabuhan, tanda-tanda ini melengkapi data kedalaman yang dibahas di artikel batimetri: alur yang sudah dikeruk sesuai peta kedalaman baru berguna kalau kapal bisa menjaga posisinya di dalam alur itu.
Kenapa Masih Dipakai di Era GPS
GPS dan sistem satelit sejenis mudah terganggu. Menurut Reuters tahun 2016, seorang pakar dari Royal Academy of Engineering Inggris menyebut simulator GPS murah bisa dipakai untuk spoofing, yaitu membuat perangkat kapal menampilkan koordinat palsu, dan semua sistem satelit rentan terhadap jamming atau pengacakan sinyal. Otoritas mercusuar Inggris dan Irlandia (GLA) bahkan pernah mencatat gangguan sinyal berjam-jam pada kapal di lepas pantai Inggris.
Laporan Reuters tahun 2017 menyebut kapal, berbeda dari pesawat, tidak punya sistem cadangan untuk GPS, sehingga berisiko kandas atau bertabrakan kalau sinyalnya hilang. Kapal memang masih membawa radar, kompas, dan peta sebagai pembanding, tetapi cadangan posisi elektronik yang setara belum dipakai luas; sistem radio eLoran, misalnya, ditinggalkan oleh beberapa negara Eropa. Seorang pejabat P&O Ferries dalam laporan yang sama menekankan pentingnya memeriksa silang beberapa sistem navigasi. Karena itu mercusuar dan rambu berfungsi sebagai lapisan pengaman yang bisa dilihat langsung. Kementerian Transportasi Norwegia (2016) menilai mercusuar, rambu, dan radar beacon sudah memberi keselamatan navigasi yang cukup di perairan dekat pantai.
Mercusuar bukan pengganti GPS, dan punya batas. Cahayanya hanya membantu di dekat pantai, dan menara perlu perawatan serta petugas. Penelitian di Distrik Navigasi Makassar (2023) mencatat kendala pemeliharaan SBNP berupa anggaran terbatas, rencana pemeliharaan yang belum rinci, serta jumlah dan kompetensi petugas.
Penutup
Mercusuar bukan pesaing GPS, melainkan lapisan pengaman. Kapal memakai satelit untuk posisi yang presisi sehari-hari, dan cahaya menara sebagai cadangan yang tidak bergantung pada sinyal satelit.
Bacaan terkait: perencanaan pelabuhan di IKN dan pelabuhan penyeberangan dan pola musim gelombang.
Referensi
- Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. (2016, 15 Agustus). Penjaga Menara Suar Pulau Enggano, Si Penjaga Pulau Terluar. Penjaga Menara Suar Pulau Enggano
- Bisnis.com. (2017, 22 September). Kemenhub Tingkatkan Keandalan Menara Suar. Kemenhub Tingkatkan Keandalan Menara Suar
- JPNN. (2019, 22 September). Keandalan Menara Suar Terus Ditingkatkan. Keandalan Menara Suar Terus Ditingkatkan
- Bisnis.com. (2021, 7 Juni). Ini Progres Sarana dan Prasarana Pelabuhan Patimban. Progres Sarana dan Prasarana Pelabuhan Patimban
- National Park Service. The Fresnel Lens. The Fresnel Lens
- Sheringham Point Lighthouse Preservation Society. How the Lighthouse Works. How the Lighthouse Works
- Makmur, I. (2023). Analisis Pemeliharaan SBNP dalam Mendukung Keselamatan Pelayaran di Wilayah Kerja Distrik Navigasi Makassar. Universitas Hasanuddin. Analisis Pemeliharaan SBNP, Distrik Navigasi Makassar



